KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
44. St. Sikstus III (432-440)
Sikstus lahir di Roma. Terpilih menjadi paus pada 31 Juli 432. Ia seorang paus yang amat terkenal dalam Sejarah Kepausan dan salah seorang pembela iman yang paling gigih. Ia dipandang sebagai salah seorang dari “Bapa-bapa Gereja”. Sama seperti Paus Selestinus, ia juga mengecam bidah Pelagianisme dan Manikheisme di Italia, Priskialisme di Spanyol, dan Monofitisme di Timur serata menolak permintaan Euthikes yang dating ke Roma untuk membela perkara yang muncul. Pengaruhnya pada Konsili Kalsedon (Konsili keempat tahun 451) besar sekali dan menolak pasal 28 dari konsili yang mendudukan Patriark Konstantinopel serta mengokohkan system administrasi Gereja Barat. Ia juga terkenal atas sikapnya yang berani dalam mengahdapi serbuan-serbuan Attila dan Genserik.
Masalah utama sudah ditangani dan Madonna dinyatakan sebagai “Bunda Allah”. Untuk mengenang peristiwa tersebut, Paus Sikstus membangun gereja St. Maria Maggiore. Ia menghiasinya dengan perlengkapan dan dekorasi yang sangat gemerlap termasuk mozaik yang kemilau yang masih terlihat sepanjang tembok di bagian tengah gereja, di atas trabeatian (bagian dalam gereja) dan dalam busur kemenangan. Pasu Sikstus membangun dan merestorasi banyak gereja dan tempat-tempat suci di Roma, termasuk “Baptisterium Lateran” dari jaman Kaisar Konstantinus dan St. Laurensius di Lucian. Ia wafat pada 19 Agustus 440 dan dimakamkan di greja St. Laurensius di luar tembok kota Roma.
|